Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2017

Resensi Film Dangal

Udah ada yang nonton film Dangal?
Saya baru menontonnya tadi malam. Satu kata untuk film ini: keren!

Dangal adalah film drama olahraga yang diangkat dari kisah nyata. Berkisah tentang Mahavir Singh Phogat (diperankan oleh Amir Khan), pegulat juara nasional India yang terpaksa mengakhiri karirnya karena harus menghidupi keluarga. Meski dia bersumpah kelak jika punya anak laki-laki akan menggantikan dirinya mempersembahkan emas bagi negaranya, tetapi takdir berkata lain. Kelahiran demi kelahiran selalu memberinya anak perempuan.

Hampir saja dia mengubur impiannya itu, hingga pada suatu hari aduan tetangganya mengantarkannya pada secercah harapan. Si tetangga melaporkan kedua anaknya, Geeta dan Babita kecil yang telah menghajar kedua anak laki-lakinya hingga babak belur. Bukannya memarahi, Mahavir malah bertanya bagaimana teknik berkelahi yang mereka gunakan. Saat itulah dia mulai menyadari darah pegulat telah mengalir dalam tubuh anaknya. Ambisinya kembali muncul.

Maka mulailah tempaan…

"Lampu Sein" Darurat

Waktu masih di Jakarta, saya sering nimbrung dalam perbincangan nggak penting bareng temen-temen kerja. Yang dibahas variatif, kadang soal perilaku boss yang nyebelin, anomali kebijakan pemerintah, sampe sekadar sharing cerita lucu buat seru- seruan.

Karena saya termasuk orang yang banyak diem, suatu saat mereka mencoba "nanggap" saya untuk sesekali buka suara, bercerita tentang apa saja. Agak bingung, akhirnya saya memilih untuk berbagi pengalaman pas jadi panitia malam keakraban di kampus.

Saat itu saya kebagian tugas jadi sie transportasi, lingkup tugasnya termasuk membantu sie peralatan membawakan ube rampe keperluan acara. Karena waktu itu panitia nggak ada yang bawa mobil, saya dan seorang teman akhirnya nekat boncengan pake motor. Padahal peralatan yang harus dibawa lumayan banyak. Saking banyaknya, saya harus merelakan nyetir pake satu tangan karena tangan yang satu harus megangin barang.

Masalah muncul ketika akan berbelok, tangan kiri saya tidak bisa menyalakan tom…

Masalah Membawa Hikmah

Saya punya temen yang kalau lagi ada masalah pasti selalu ngajakin main. Entah itu ke pantai, ke hutan, atau pegunungan. Di sana nggak ngapa-ngapain, cuma berjalan-jalan menikmati pemandangan alam. Tapi satu "ritual" yang selalu dia lakukan dalam aktifitas jalan-jalannya itu adalah: berteriak.

Ya, dia berteriak di alam bebas, sekeras-kerasnya, dan berkali-kali. Awalnya saya kaget karena mengira dia kesurupan. Tapi setelah dia menjelaskan barulah saya paham. Menurut dia, berteriak memunculkan ketenangan batin. Serasa lebih plong dan lega. Perkara nanti setelah pulang dia akan dipusingkan lagi oleh masalahnya, itu urusan belakangan. Yang pasti berteriak menjadi obat yang mujarab untuk mengurangi beban pikiran.

Saya yakin tiap orang pasti punya "ritual" seperti teman saya tadi. Maksudnya, "ritual" untuk mengurangi beban pikiran. Beberapa mencoba mengalihkan masalahnya dengan berkumpul bersama teman, ada juga yang mengisinya dengan ikut acara keagamaan. Bahka…