Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2016

Jejak Pencarian Seorang Kartini

Sudaahh, ndak usah banyak cangkem. Kalau ndak bisa menerima Kartini sebagai Pahlawan Nasional. Sekurang-kurangnya terimalah dia sebagai sosok yang bisa menginspirasi banyak orang. Kalaupun inspirasi itu lantas ditafsirkan dengan keyword-keyword aneh seperti persamaan hak, kesetaraan gender dan emansipasi, itu persoalan lain lagi.

Anggaplah itu kesalahan kita sebagai manusia modern, yang bisanya cuma gumunan sehingga sering salah tafsir, mengira pemikiran Kartini identik dengan semangat emansipasi ala barat yang "liar" itu.

Satu lagi yang harus kita ingat, pemikiran cerdas seorang Kartini lahir dalam sebuah kamar sepi, bukan di atas hingar bingarnya panggung seperti yang biasa kita lakukan ketika memperingatinya.

"Door Duisternis Tot Licht", yang terlanjur diartikan sebagai "Habis Gelap Terbitlah Terang", juga bukan semata-mata ide yang muncul begitu saja. Dia adalah jejak pencarian seorang Kartini terhadap agama dan kehidupannya. Kartini terkesan dengan se…

Duta Pancasila, Penghargaan atau Lemah Nalar?

Sebetulnya, saya nggak heran-heran amat kalau Zaskia Gotik sampai dinobatkan jadi Duta Pancasila. Sama seperti nggak herannya saya, kenapa hafidz cilik Juara 3 Musabaqah Tahfiz Quran Internasional di Mesir, tidak terlalu heboh diberitakan media.

Jaman saya masih di Jakarta dulu, saya pernah diundang sebagai tamu dalam upacara penurunan bendera di Istana Negara. Saat itu, ada satu bagian acara yang sangat saya tunggu-tunggu, yaitu nyanyian persembahan anak negeri.

Awalnya saya kira, acara itu akan diisi oleh pelajar berprestasi yang menjadi pemenang Porseni Tingkat Nasional atau perlombaan semacamnya. Tapi dugaan saya salah. Pengisi acara bukan anak-anak berprestasi yang diproduksi oleh perlombaan formal lingkup sekolah, namun justru diisi oleh pemenang kontes menyanyi di TV (saya lupa nama kontesnya), yang penyanyinya kala itu cukup dikenal sebagai "artis cilik".

Dari kasus ini kita bisa melihat, bahkan sebuah institusi formal sekelas istana pun, masih belum mampu memaknai k…