Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2015

Kecele Maiyah

Seorang teman menuduh saya alim karena tahu saya suka ikut Maiyahan. Saya jawab, "Alim ndhasmu! Justru karena atiku taksih rusuh makanya aku ikut itu.."

Banyak yang tidak memahami Maiyah. Maiyah dikira oleh sebagian orang layaknya pengajian yang hanya berisikan orang-orang suci. Kalau di tipi sampeyan biasa mendengar Mamah Dedeh meneriakkan kata haram melengking 8 oktaf, di Maiyah itu ndak akan terjadi. Juga jangan kecele kalau di Maiyah anda bingung mana ustadz, mana dai, mana kiai.

Maiyah percaya bahwa agama tidak lepas dari PR-PR sosial, maksudnya, agama bukan melulu urusan 'langit' yang ujungnya cuma surga dan neraka. Jika ada wanita jadi pelacur, itu bukan karena mereka ndak tau Al-quran. Tapi karena ada yang jadi "masalah" disana.

Maiyah menempatkan manusia-manusia yang marginal secara sosial-spiritual sebagai hamba Tuhan yang wajib disapa dan dicarikan jalan keluar, bukan sebagai objek tudingan serta sampel gambaran manusia penghuni neraka.

Maka jang…